Teknik Memegang Stik Drum


Ada dua cara memegang stik, yakni matched grip dan traditional grip. Mathed grip mempunyai dua cara memegang yang berbeda, yakni closed band dan open band. Closed band dilakukan dengan cara tangan tertutup sehingga pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan. Tak salaha bila pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah, kecepatannya juga sangat terbatas.

Sedangkan yang kedua adalah dengan cara open band atau dengan cara memainkan dengan tangan terbuka, dengan ibu jari dan telunjuk digunakan untuk menjepit stik, sedangkan ketiga jari lainnya (jari tengah, jari manis, dan kelingking) berperan mendorong stik. Ketika stik yang didorong menyentuh drumbead maka secara otomatis stik akan memantul kembali. Gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya (ketiga jari mendorong stik itu kembali).

Sedangkan traditional grip adalah stik dijepitkan di ibu jari tangan kiri, serta ditaruh di antara jari tengah dan jari manis. Ibu jari berperan mendorong stik. Sedangkan untuk tangan kanan, cara memegangnya tidak ada perbedaan seperti matched grip. Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit.

Awal dari traditional grip sebagai cara memegang stik pertama digunakan dari tahun 1600. Traditional grip diperlukan untuk drummer marching band, yakni menaruh snare drum dgn cara mengikatnya(seperti tas) atau melingkarkan tali di bahu, sehingga posisi snare drum miring ke arah kanan. Karena posisinya miring ke arah kanan maka tangan kiri memakai grip yg berbeda dengan tangan kanan gunameraih snare drum tersebut.

Lalu, seiring dengan ditemukannya drumset (snare, bass, dan tom-tom) pada 1840, maka tiga drum dimainkan oleh 1 org. Karena traditional grip merupakan kebiasaan secara turun-temurun, yang berasal dari marching, maka traditional grip digunakan juga pada drumset.

Pada pertengahan tahun 1960, Ringo Star(drummer The Beatles) mengambil langka maju dengan memegang stik pada posisi yang sama(tangan kiri sama sperti tngan kanan), layaknya orang yang memegang dua buah palu. Cara ini dinamakan matched grip. Ternyata, dengan menggunakan matched grip, dengan mudah pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan, serta pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.

Keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain dum. Untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka teknik traditional grip-lah yang memungkinkan untuk digunakan. Sedangkan untuk memainkan groove/beat yang solid dan lagu yang lebih modern (rock), penggunaan teknik matched grip paling cocok.

Perihal Nanda Rizki Ramadhan
My Name is Nanda Rizki Ramadhan.. You Can Call Me Nanda, Kiki, or Whatever You Want.

Jika ingin berkomentar , Berkomentarlah dengan sopan dan baik. Dilarang SPAM,PORN,POLITICS dalam bentuk apapun. MOHON MAAF JIKA COMENT ANDA TIDAK SAYA JAWAB KARENA SAYA TIDAK ONLINE 24 JAM DIKARENAKAN BANYAK URUSAN DI DUNIA NYATA.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: